Tinjau Lokasi Banjir, Kepala BNPB dan 2 Menteri Akan Salat Idul Adha di Lutra

Devi Trisnawati

Luwu Utara, MP – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendi dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara, dijadwalkan akan melaksanakan salat Idul Adha Luwu Utara, Jumat (31/7/2020) mendatang.

Selain kedua menteri tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo juga ikut dijadwalkan melaksanakan salat Idul Adha di daerah yang sama.

Hal tersebut telah terungkap dalam rapat persiapan kunjungan tiga pimpinan kementerian di Ruang Command Center Kantor Bupati Luwu Utara,pada Minggu (26/7) kemarin.

Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dan dihadiri oleh Dandim 1403/Sawerigading Letkol Inf. Gunawan, Kapolres Luwu Utara AKBP Agung Danargito, Kajari Luwu Utara Indawan Kuswandi, Sekretaris Daerah Armiady, Kepala Kantor Kemenag Luwu Utara Nurul Haq dan juga para Kepala Perangkat Daerah.

BACA:  Korban Banjir Bandang Lutra, 38 Meninggal Dunia, 11 dalam Pencarian

Bupati Indah menyiapkan dua opsi tempat pelaksanaan salat Idul Adha, yakni di Masjid Agung Syuhada Masamba dan Masjid Al Markaz Radda, Kecamatan Baebunta.

Berdasarkan perencanaan selanjutnya, setelah salat Idul Adha, para pejabat dari pusat ini kemudian dijadwalkan meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang yakni di Masamba dan Desa Radda, Kecamatan Baebunta.

“Rencananya setelah peninjauan lokasi terdampak bencana, kita juga akan menggelar rapat koordinasi dengan menteri di mana perangkat daerah terkait akan melaporkan beberapa hal, seperti penanganan pengungsi, penanganan tanggap darurat, terutama hunian sementara yang sementara dilaksanakan,” ungkap Indah, melalui rilisnya.

Kunjungan 3 pejabat tinggi negara juga akan membahas mengenai upaya jangka menengah setelah masa tanggap darurat dan proses pembersihan yang ditargetkan selesai selama dua bulan serta penanganan normalisasi sungai.

BACA:  WALHI Sulsel: Banjir Lutra Bukan Bencana Alam, Ini Murni Bencana Ekologis!

“Saya kira ini sangat penting untuk jadi perhatian kita bersama,” tuturnya.

Diketahui bahwa banjir bandang yang menerjang Masamba dan Desa Radda pada Senin malam (13/7) lalu menyebabkan ribuan rumah warga rusak dan terendam material banjir seperti lumpur.

Sejumlah fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan serta jaringan jalan, jembatan, dan bendungan irigasi juga terdampak dan mengalami kerusakan.

Adapun korban meninggal dunia hingga Senin (27/7) tercatat sebanyak 38 orang, 106 warga mengalami luka-luka, 10 orang dilaporkan hilang, dan 3.627 kepala keluarga atau 14.483 warga yang mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabang, Baebunta dan Masamba.

Kabar Terkait