Akibat Banjir Bandang, 7 Objek Wisata di Luwu Utara Rusak

Devi Trisnawati
Bencana Banjir Bandang Masamba

Luwu Utara, MP – Akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara 13 Juli 2020 lalu menyebabkan tujuh obyek wisata yang ada di wilayah tersebut rusak.

Pasalnya, sebagian besar obyek wisata tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Masamba, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, mulai dari Desa Lero, Desa Baloli, Kelurahan Bone hingga Kelurahan Bone Tua.

Ketujuh obyek wisata tersebut yakni Permandian Maipi, Jembatan Pelangi Maipi, Rumah Pohon, permandian alam Tandung, wisata outbond, river tubing Salu Kula, Taman Pintar Masamba dan Taman Lestari Sulikan.

Rumah Pohon selama ini dikenal sebagai obyek wisata unik di Lutra karena kontruksi bagunannya mengikuti lekukan pohon. Materialnya berasal dari kayu, olahan barang-barang bekas, dan sampah.

BACA:  Dompet Dhuafa Sulsel Turunkan Tim Bantu Korban Banjir Bandang di Masamba

Selain itu, rumah tersebut juga sering digunakan sebagai tempat belajar Bahasa Inggris untuk warga sekitar. Tempat ini ramai dikunjungi pada akhir pekan. Rumah pohon di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Sementara permandian alam Tandung merupakan wisata permandian alam yang jernih dan sejuk. Penduduk lokal menyebutnya Salu Kula.

Tempat tersebut terbilang sangat ramai dikunjungi wisatawan lokal saat hari libur Sabtu dan Minggu. Namun kini semua keindahan obyek wisata itu sudah hancur tersapu banjir bandang.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Luwu Utara masih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban banjir bandang. Khususnya tempat tinggal agar pengungsi bisa hidup lebih tenang dan nyaman.

Kabar Terkait