Press "Enter" to skip to content
 

Pengungsi Banjir Bandang Lutra Gunakan Air Keruh untuk Mandi dan Mencuci

Luwu Utara, MP – Pasca banjir bandang, warga di kampung Lombo, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba mengalami krisis air bersih. Mereka terpaksa harus menggunakan air keruh yang tergenang untuk mencuci pakaian, bahkan disaring untuk digunakan mandi dan aktivitas lainnya.

“Kami setiap hari harus cuci pakaian gunakan air keruh, tidak ada air bersih,” kata Etnawati, salah satu warga, saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa (21/7/2020).

Menurutnya, air keruh tersebut berasal dari genangan bekas lumpur bercampur air hujan. Hal ini mereka lakukan akibat belum adanya pembenahan saluran air di perkampungan tersebut.

“Di sini kami bisa mencuci pakaian dan menyaring apa adanya untuk kebutuhan lain seperti mandi dan kebutuhan lainnya tapi tidak untuk diminum,” ucap Etnawati.

Sedangkan air bersih untuk diminum atau dikonsumsi tersedia dan bisa didapatkan di posko.

“Untuk kebutuhan air minum kami bisa ambil di posko-posko tapi air bersih untuk kebutuhan seperti ini tidak ada,” pungkasnya.

Kendati demikian, Etnawati dan warga lainnya pun pasrah dengan kondisi yang dialami. Keluarganya terpaksa harus menggunakan pakaian yang dicuci di air keruh.

“Kami pasrah saja Pak, kami mau bagaimana yang penting bisa dicuci dan dipakai lagi, karena pakaian kami hanya beberapa saja,” tuturnya kembali.

Untuk kondisi permukiman warga saat ini sebagian masih terendam banjir setinggi 2 meter bercampur lumpur. Sebagian masih dipenuhi tumpukan material berupa kayu yang menyulitkan warga untuk membenahi rumah mereka.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar mengatakan bahwa permukiman warga di perkampungan Lombo, Kelurahan Bone Tua masih tergenang dan diperparah setelah hujan deras, Senin (20/7/2020) malam.

“Dua orang tim reaksi cepat kami sudah ke lokasi melakukan asesmen kepada warga,” ucap Muslim Muchtar.